no comments

Tempat Wisata Kuliner Jogja: Pesona Yogyakarta dari Sisi berbeda


wisata kuliner jogja

Ada banyak alasan mengapa orang selalu rindu kembali ke Jogja. Keramahan penduduknya, pesona wisata, hingga kearifan budaya lokal yang tetap tak tergoyahkan ditengah arus modernisasi, membuat Jogja kian istimewa. Keunikan tradisi Jawa dan kehidupan modern yang berjalan seimbang menjadikan kota ini semakin cantik, dan seharusnya menjadi kiblat kota-kota lain dimana tradisi dan budaya mulai terabaikan.

Menghabiskan malam di sepanjang jalan Malioboro, bermain di Pantai Parang Tritis, menyaksikan pemandangan dari ketingggian Bukit Bintang, atau memanjakan diri dengan sejuk angin di Hutan Pinus Imogiri adalah sedikit aktivitas menarik saat berlibur di Jogja. Jika sedikit ingin berpetualang bisa meluncur ke Goa Pindul atau menyusuri pantai-pantai di Gunung Kidul. Mungkin itu saja belum cukup karena masih terdapat ratusan tempat wisata di Jogja yang sayang jika dilewatkan begitu saja.

Tempat Wisata Kuliner Paling Populer di Jogja

Pesona wisata di Yogyakarta memang tak terbantahkan. Sejalan dengan itu tempat wisata kuliner Jogja kini juga semakin beragam. Nah, dimana saja kita bisa menemukan tempat kuliner paling populer di Jogja?

 

Aneka Kuliner Angkringan Lik Man

 angkringan lek man

Angkringan merupakan tempat kuliner murah meriah yang tersebar diseluruh penjuru Jogja. Di angkringan orang bisa bersantai sambil membicarakan hal apapun, membahas pekerjaan, bicara berita terhangat, situasi politik, atau sekedar ngobrol yang tidak penting bersama teman. Kuliner di angkringan ini biasanya bermacam-macam. Ada Nasi Kucing, Sate, Tempe Bacem, dan masih banyak lagi. Nah, lalu apa yang istimewa di Angkringa Lik Man?

Angkringan Lik Man memiliki sejarah tersendiri karena sudah buka sejak tahun 1969 sekaligus merupakan angkringan kuliner pertama di Yogyakarta. Sama seperti angkringan kebanyakan, disini menyediakan menu Nasi Kucing, Sate Telur Puyuh dan berbagai jenis gorengan. Yang membuat Angkringan Lik Man berbeda dari tempat lain karena menyediakan Kopi Joss.

Kopi Joss sebenarnya hanya kopi biasa tapi penyajiannya ditambahkan bara dari arang. Ketika dituang air mendidih maka terdengar bunyi “Josss” sehingga kemudian dikenal dengan Kopi Joss. Selain menjadikan rasa kopi lebih unik, arang yang dimasukkan dalam kopi berguna untuk menetralkan kandungan kafein pada kopi.

Jenuh berdiam diri di rumah atau di hotel? Datang saja ke Angkringan Lik Man di Kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta.

 

Kuliner Modern House of Raminten

 wisata kuliner jogja

Sebenarnya hampir semua kuliner di House of Raminten ber-genre tradisional. Hanya saja konsep ruangan di rumah makan ini merupakan perpaduan unsur tradisional dan modern. Berbagai menu kuliner seperti Brongkos, Gudeg, Tahu Bola, Nasi Kucing, Sate Lilit, Cunduk, Wedang Sereh disajikan dengan cara-cara unik.

Dilihat dari sisi aritekturnya, Rumah Makan House of Raminten ini sangat mengagumkan. Berjalan di pintu masuk kita akan disambut tangan-tangan ramah penerima tamu dengan pakaian adat Jawa yang berdiri berjajar dekat kereta kencana. Masuk lebih ke dalam lagi tercium aroma dupa dengan wangi yang khas. Sambil menunggu menu yang dipesan diperdengarkan alunan gending Jawa yang dimainkan secara live.

Unsur budaya Jawa semakin kental saat kita bisa melihat semua pelayan juga mengenakan pakaian adat Jawa. Untuk memanggil mereka, kita cukup membunyikan kentongan kecil yang sudah disediakan di atas meja. Sepertinya di daerah manapun tidak ada rumah makan yang memiliki konsep unik seperti ini selain di House of Raminten Jalan FM Noto 7 – Kota Baru – Yogyakarta.

 

Sate Klathak Pak Pong Imogiri

 kuliner jogja

Beranjak dari kawasan pusat kota, kita meluncur ke tempat wisata kuliner Jogja lainnya di daerah Imogiri Bantul. Namanya Sate Klathak Pak Pong. Rumah makan ini sangat tepat untuk pecinta kuliner sate kambing. Konon sate kambing disini hanya menggunakan 3 bumbu yaitu merica, garam dan kecap. Namun justru dengan bumbu sederhana tersebut rasa Sate Klathak Pak Pong ini lebih lezat dan tidak eneg.

Jika tusuk sate umumnya terbuat dari lidi atau bambu, Sate Klathak Pak Pong menggunakan tusuk dari jeruji sepeda. Selain unik, tujuan penggunaan jeruji ini supaya daging lebih merata tingkat kematangannya. Seperti yang kita tahu logam mampu menghantar panas dengan cepat, demikian juga jeruji sepeda jika digunakan untuk tusuk sate.

Penasaran dengan kelezatan sate Klathak Pak Pong, silakan datang ke lokasi di Jalan Imogiri Bantul Yogyakarta.

 

Kuliner Asli Gudeg Pawon

 makanan jogja

Bagi wisatawan yang sering berlibur di Yogyakarta pasti tidak asing dengan kuliner yang satu ini. Gudeg memang trade mark-nya Yogyakarta,  jadi liburan di Jogja belum lengkap jika tidak menyempatkan diri menyantap icon kuliner Jogja ini. Untuk rekomendasi rasa gudeg paling enak di Jogja salah satunya rumah makan Gudeg Pawon. Apa saja yang istimewa di tempat ini?

Gudeg Pawon menjadi satu dari sekian banyak tempat wisata kuliner paling populer di Jogja karena sudah terkenal sejak tahun 1958. Disebut Gudeg Pawon karena pembeli yang datang akan dilayani langsung dari Pawon (dapur). Disini pelanggan bisa secara langsung melihat semua peralatan memasak, termasuk tungku sederhana yang digunakan untuk memasak gudeg. Memang benar, gudeg dan semua makanan disini dimasak secara tradisional sehingga rasanya lebih nikmat.

Gudeg Pawon biasanya diserbu pelanggan mulai sore hingga malam hari. Kepadatan pengunjung akan mencapai puncaknya waktu tiba jam makan malam. Di jam-jam seperti ini pengunjung harus bersabar mengantri. Sepertinya tidak ada aktivitas yang lebih menyenangkan selain menyantap sepiring gudeg spesial ditambah ayam, lengkap dengan segelas teh manis hangat.

Ingin melewatkan malam sambil bersantap di Gudeg Pawon? Langsung temukan lokasinya di Jalan Dr Soepomo – Umbulharjo – Sleman – Yogyakarta.

Tempat-tempat diatas hanya sebagian kecil dari ratusan tempat wisata kuliner Jogja yang bisa kita kunjungi. Dikesempatan lain tentu saja kita akan menyambagi tempat-tempat kuliner lain di kota wisata terbesar di Indonesia ini.

 

 

Reply

hit counter
Select Language