no comments

Serunya Berlibur Bersama Keluarga di Taman Blambangan Banyuwangi


Taman Blambangan Banyuwangi

Taman Blambangan Banyuwangi – Membahas tempat wisata di Banyuwangi mungkin selama ini kota ini lebih terkenal dengan obyek wisata pantai. Tengok saja Pantai Plengkung, Pantai Teluk Hijau, Pantai Tabuhan dan pantai-pantai lainnya selalu didominasi sebagian besar wisatawan yang datang di Banyuwangi. Hal ini cukup beralasan sebab hampir semua pantai-pantai di daerah ini memiliki ombak yang cocok untuk berselancar, jadi para surfer yang biasanya merupakan wisatawan asing lebih memilih menghabiskan waktu liburan di pantai-pantai indah Banyuwangi.

Kali ini kita tidak akan membahas wisata pantai tapi kita beranjak sejenak ke Pusat Kota Banyuwangi tepatnya di lokasi wisata Taman Blambangan. Dibanding wisata pantai yang bisa dikatakan lebih populer di Banyuwangi, jelas Taman Blambangan menghadirkan nuansa keindahan yang berbeda. Melalui sejumlah pembenahan di berbagai sektor kini taman yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi ini menjadi salah satu destinasi wisata terkemuka di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan taman ini menjadi pilihan transit wisatawan dari luar daerah sebelum meneruskan perjalanan mereka ke lokasi-lokasi wisata lainnya.

Pusat Pagelaran Seni dan Budaya

Taman Blambangan Banyuwangi sering juga disebut Taman Gesibu Blambangan. Tempat ini sejatinya merupakan lapangan besar (alun-alun) yang terletak tepat di jantung Kota Banyuwangi. Taman kota ini terletak antara empat jalan utama di pusat kota yaitu Jalan Veteran, Jalan Diponegoro, Jalan RA Kartini dan Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Karena berada diantara jalan-jalan utama, Taman Blambangan cukup mudah diakses dari berbagai arah.

Jauh sebelum nama Taman Blambangan atau Taman Gesibu Blambangan melekat dengan taman ini, tempat ini dulu terkenal dengan nama Lapangan Tegaloji. Disekelilingnya masih banyak terdapat bangunan dengan arsitektur kuno yang digunakan sebagai tempat tinggal warga berkebangsaan Belandazaman dulu. Taman Blambangan berbentuk Lapangan ini berada di areal seluas 32 ribu meter persegi. Begitu memasuki area taman terlihat rumput-rumput halus memenuhi sebagaian besar taman, dimana dibagian tepinya dibuat trek khusus untuk olahraga jogging. Jika pandangan dialihkan ke arah Barat akan terlihat Gesibu Blambangan atau dikenal dengan Gelanggang Seni dan Budaya. Bangunannya terlihat unik karena lebih mirip candi.

Ada sejumlah fasilitas yang disediakan untuk pengunjung di Gelanggang Seni dan Budaya ini seperti arena skateboard dan lapangan basket. Ada juga lokasi khusus untuk pengunjung yang ingin berwisata kuliner.

Bisa dibilang Taman Blambangan merupakan kawasan multifungsi. Multifngsi dalam arti merupakan tempat yang nyaman untuk berlibur bersama teman atau keluarga, di sisi lain taman ini juga kerap digunakan untuk kegiatan upacara, konser musik, hingga kampanye parpol. Mungkin karena kapasitasnya yang cukup besar sehingga acara-acara yang melibatkan banyak orang sering digelar di tempat ini. Di kawasan taman ini juga diberlakukan Car Free Day setiap hari Minggu.

Taman Blambangan

Taman Kebanggaan Masyarakat Banyuwangi

Kini Taman Blambangan telah menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Banyuwangi sekaligus menjadi pilihan utama untuk mencari hiburan. Tempat ini menjadi favorit bagi warga yang sekedar ingin menghabiskan waktu liburan bersama teman, pacar atau keluarga. Bahkan tempat ini selalu dipadati pengunjung setiap Sabtu malam Minggu. Tak hanya masyarakat sekitar namun banyak juga yang datang dari luar kota Banyuwangi.

Antusiasme masyarakat untuk datang ke Taman Blambangan sangat besar mengingat disini sering digelar pagelaran musik dan festival kuliner. Malam Minggu merupakan waktu paling tepat untuk datang ke tempat ini sebab pengunjung dapat menyaksikan secara langsung pentas seni tari yang dimainkan oleh sejumlah sanggar tari di Banyuwangi.

Taman Blambangan

Pesona Taman Sritanjung

Ternyata bukan hanya Taman Blambangan yang menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi tapi disudut kota yang lain terdapat taman kota yang tak kalah menarik. Taman yang kedua ini bernama Taman Sritanjung, letaknya sama-sama di pusat kota. Nama Taman Sritanjung sendiri diambil dari seorang tokoh yang melegenda dalam cerita rakyat Banyuwangi. Taman ini terletak di Selatan Pendapa Sabha Swagata Blambangan atau di Timur Masjid Baiturrahman. Tak jauh beda dengan Taman Blambangan yang lebih difungsikan sebagai sarana rekreasi keluarga, Taman Sritanjung juga sering dikunjungi untuk hal yang sama.

Jika Taman Blambangan dulu disebut Lapangan Tegaloji, di zaman Belanda Taman Sritanjung lebih dikenal dengan sebutan Lapangan Tegalmasjid. Nama ini mungkin merujuk dari Masjid Jami yang berada tak jauh dari lapangan. Saat ini Masjid Jami sudah berubah nama menjadi Masjid Agung Baiturahman. Di tengah-tengah taman terdapat 2 pohon beringin yang cukup rindang. Pohon ini sekaligus menjadi icon dari Taman Sritanjung. Dibagian tepi taman berjejer rapi pohon sawo yang membuat taman ini cukup teduh meskipun dibawah terik matahari.

Taman Sritanjung mudah diakses dari berbagai arah terutama dari Taman Blambangan. Jika berangkat dari Taman Blambangan bisa lewat jalan bagian Selatan taman. Setelah sampai di lampu merah Blambangan ambil arah ke kiri masuk Jalan RA Kartini. Begitu sampai di simpang PLN ambil arah ke kiri masuk Jalan Banterang. Sampai di Simpang Surati pilih jalan lurus arah Pendopo.  Lokasi Taman Sritanjung tak jauh dari pendopo ini.

Taman Blambangan

Bagi pengunjung dari luar kota yang membutuhkan tempat menginap, disekitar Taman Blambangan sudah tersedia beberapa penginapan seperti Hotel Blambangan, Kampung Osing Inn, Osingvacation, atau Edotel Kusuma. Begitu juga pengunjung yang ingin menginap di kawasan Taman Sritanjung sudah tersedia beberapa pilihan penginapan seperti Ritansa Roebuck, Tanjung Asri Hotel, Hotel Ketapang Indah dan masih banyak lagi.

Taman Blambangan Banyuwangi maupun Taman Sritanjung merupakan taman kota sekaligus tempat wisata kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Bagi wisatawan dari luar daerah, mengunjungi dua tempat tersebut tentunya bukan sekedar berwisata melainkan juga menelusuri sejarah dan kebudayaan asli Banyuwangi.

Reply

hit counter
Select Language