no comments

Sejuta Cerita Seru di Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan


Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan

Tanjung Puting Kalimantan – Menjelajah belantara atau menaklukkan tingginya pegunungan adalah ‘makanan lezat’ yang akrab dengan aktivitas seorang petualang sejati. Bahkan untuk kawasan yang terkenal dengan mitos mistisnya kadang makin mengundang rasa penasaran yang justru mempercepat langkah mereka untuk mengunjuginya. Bagi mereka yang punya jiwa petualang kali ini bisa membuktikan nyali mereka di belantara hutan Kalimantan, tepatnya di Tanjung Puting, sebuah kawasan penangkaran Orangutan dengan akses ke lokasi yang cukup menantang.   

Bagi wisatawan baik lokal maupun asing yang terbiasa menjelajah alam, datang langsung ke Tanjung Puting Kalimantan bisa jadi merupakan ajang pembuktian. Sebuah pembuktian bahwa ia memiliki jiwa petualang yang tidak mengenal kata lelah dan mampu merubah perjalanan yang menantang menjadi cerita seru yang memotivasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama.

Satu kepuasan berbeda jika para pecinta alam atau wisatawan yang gemar bertualang berkesempatan menaklukkan belantara hutan di Kalimantan untuk kemudian menyaksikan habitat asli Orangutan yang berada di Taman Nasional Tanjung Puting. Mimimal mereka memiliki koleksi cerita seru melihat dari dekat bagaimana kehidupan Orangutan termasuk 8 jenis primata lain yang hidup bebas di kawasan ini. Di Taman Nasional ini Orangutan memang spesies hewan yang dilindungi supaya tetap hidup bebas di habitatnya, Bebas dari pembunuhan atau perburuan. Tentu ada peraturan khusus dan sanksi pidana bagi siapapun yang secara sengaja memburu atau membunuh Orangutan di kawasan ini.

Pusat Konservasi Orangutan Sejak Tahun 1982

Seperti yang kita ketahui Taman Nasional Tanjung Puting berada di Kawasan Tanjung Puting, tepatnya di Semenanjung Barat Daya Provinsi Kalimantan Tengah. Taman Nasional ini didirikan pada tahun 1982 dengan fungsi utamanya sebagai tempat penangkaran atau konservasi primata Orangutan. Konon tempat ini menjadi satu-satunya tempat penangkaran spesies primata terbesar di kawasan Asia bahkan di dunia. Taman Nasional ini menjadi rumah, tempat bermain sekaligus tempat berkembangbiak Orangutan dan spesies primata lainnya. Lambat laun kawasan Tanjung Putin menjadi tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan pecinta alam atau para peneliti yang ingin melakukan observasi.

Di kawasan Tanjung Puting ada beberapa tempat konservasi dan salah satu yang paling terkenal bagi wisatawan adalah Kamp Leakey. Tempat penangkaran yang dibangun tahun 1971 ini memiliki sejarah panjang. Konon sebelum Kamp Leakey didirikan kawasan ini menjadi tempat berlindung ratusan Orangutan yang berhasil diselamatkan dari perburuan liar.

Taman Nasional Tanjung Puting

Serunya Menginap dalam Perahu Kayu

Bermalam di penginapan atau hotel dengan segala fasilitas yang mewah mungkin hal biasa bagi wisatawan. Namun tidur semalaman bahkan beberapa malam di sebuah perahu kayu sudah pasti memberi sensasi berbeda. Di kawasan Tanjung Puting Kalimantan sensasi itu mudah diwujudkan. Ya, pengunjung yang datang di Tanjung Puting bisa bermalam di perahu kayu diatas aliran air yang jernih di tengah desau angin yang berhembus diantara pepohonan. Ini nyata dan bukan sekedar dongeng.

Tidur di perahu kayu (masyarakat menyebutnya perahu Kelotok) yang membelah Sungai Sekonyer akan menyisakan memori paling berkesan. Disini para traveler tidak perlu khawatir sebab bagi semua yang menginap akan diberikan fasilitas memadai seperti kasur yang nyaman maupun aneka hidangan yang dimasak oleh chief berpengalaman, dan masih banyak lagi fasilitas lain yang tak kalah dari hotel berbintang.

Mungkin selama ini wisatawan sudah cukup pusing dengan polusi kota yang semakin parah, namun sebaliknya di Tanjung Puting pengunjung bisa merasakan suasana yang benar-benar berbeda. Waktu malam hari langit di atas kawasan ini nampak menakjubkan dimana jutaan bintang-bintang yang terhampar semakin menunjukkan keindahan alam yang sempurna. Kondisi yang sangat bertolak belakang dengan suasana kota yang ramai penuh suara kendaraan memekakkan telinga diantara ribuan gedung pencakar langit.

Tanjung Puting Kalimantan

Lebih Dekat dengan Orangutan

Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah ini mengajarkan bagaimana menyatu dengan alam termasuk berinteraksi dengan orangutan secara langsung di habitatnya. Habitat asli dan bukan tempat buatan seperti kebun binatang, taman safari atau sejenisnya. Di Pusat Konservasi Kamp Leakey pengunjung lebih leluasa melihat aksi lucu Orangutan di tempat alami mereka. Disini ada beberapa Orangutan yang memiliki latar belakang kehidupan yang unik sampai akhirnya masuk rehabilitasi. Prioritas dibangunnya Taman Nasional Tanjung Puting sendiri memang untuk melindung spesies Orangutan dan jenis primata lainnya. Langkah ini memang sangat penting mengingat Orangutan termasuk hewan dilindungi yang hampir punah akibat perburuan dan pembalakan hutan di beberapa titik di Kalimantan.

Sejak dibuka tahun 1982 hingga sekarang Taman Nasional Tanjung Puting semakin populer bahkan sampai ke luar negeri. Jadi bukan pemandangan yang aneh lagi jika banyak wisatawan asing yang datang disini. Setiap hari kawasan ini tidak pernah sepi dari pengunjung, banyak yang datang dari Amerika, Australia, Eropa dan tentunya dari kawasan Asia sendiri. Disini wisatawan bisa menciptakan momen berkesan dengan berfoto bersama Orangutan. Momen yang sangat langka dan mungkin hanya bisa terulang dalam rentang waktu yang lama, terutama bagi wisatawan dari luar Pulau Kalimantan.

Perjalanan wisata dengan menjelajah alam kadang memberi dampak positif terhadap pola pikir seseorang. Demikian juga dengan berpetualang di Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan jelas memberi pengalaman baru dan cerita-cerita seru. Disini diajarkan bagaimana dekat dengan alam, dekat dengan spesies Orangutan di habitat aslinya, juga sensasi bangun pagi di Perahu Kelotok. Traveling di alam bebas memang menawarkan kenyamanan dan kedamaian hati dan ini tidak hanya bisa dinikmati di Tanjung Puting namun juga tempat wisata alam yang lain di Indonesia.

Reply

hit counter
Select Language