no comments

Pesona “Ribuan Kunang-kunang” di Bukit Bintang Jogja


surgawisata Indonesia

Bukit Bintang Jogja – Label sebagai kiblat destinasi wisata di Indonesia memang tak pernah lepas dari Jogja. Malioboro, Pantai Parang Tritis, Monumen Jogja Kembali, Hutan Pinus Imogiri, Kebun Buah Mangunan dan puluhan Pantai di Gunung Kidul adalah sedikit dari ribuan tempat wisata di Yogyakarta yang telah mendunia. Jadi bukan pemandangan yang aneh jika setiap hari diberbagai sudut di Yogyakarta selalu tumpah ruah oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kini hadirnya tempat wisata baru Bukit Bintang Jogja membuat Yogyakarta kembali menorehkan sejarah sebagai daerah dengan obyek wisata paling beragam di Indonesia. Bukit Bintang melengkapi popularitas sederet lokasi wisata, khususnya destinasi wisata yang jauh dari pusat kota. Seperti namanya, lokasi Bukit Bintang berada di perbukitan tinggi sehingga menghadirkan suasana yang nyaman dan damai sambil menyaksikan kerlap-kerlip lampu di seantero Jogja yang lebih mirip ribuan kunang-kunang.

Lokasi Bukit Bintang Jogja berada di Butik Pathuk Gunung Kidul, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Yogyakarta arah ke Wonosari. Lokasinya yang dekat dengan jalan raya membuat tempat wisata ini mudah diakses dari berbagai arah. Sejak dibuka untuk umum beberapa tahun lalu tempat wisata diatas ketinggian ini tidak pernah sepi dari wisatawan. Hamparan perbukitan di ketinggian 150 meter membuat pengunjung bisa menikmati suasana alam sekaligus menyaksikan keindahan kota Jogja di malam hari. Udaranya yang sejuk bebas polusi sangat cocok untuk mereka ingin menenangkan diri atau mencari insprirasi.

Suasana Romantis di Keheningan

Menghabiskan waktu sore hingga malam hari di Bukit Bintang Jogja menyisakan banyak kenangan manis. Bukan sekedar menyaksikan gemerlap kota Jogja di malam hari namun Bukit Bintang mampu menghadirkan suasana yang romantis. Lokasi yang cenderung hening ditengah banyaknya tumbuhan besar yang teduh membuat siapapun akan sukarela menghabiskan waktunya disini meski hanya berteman hembusan angin.

Menjelang malam adalah momen paling ditunggu di Bukit Bintang. Pengunjung bisa melepas penat dengan duduk-duduk santai sembari menikmati hangatnya jagung bakar manis yang tak tenti-hentinya ditawarkan oleh pedagang yang berkeliling. Pasangan muda mudi di Malam Minggu sering menghabiskan waktu disini . Tentunya untuk menikmati suasana romantis yang jauh dari hiruk-pikuk kota.

Indahnya Indonesia

Menikmati Sajian Kuliner di Bukit Bintang

Layaknya tempat wisata di Jogja pada umumnya, di Bukit Bintang juga tersedia sajian khas bagi mereka yang ingin berwisata kuliner. Menyaksikan keindahan alam dari ketinggian sambil menikmati sajian kuliner khas Jogja mungkin hanya bisa didapatkan di Bukit Bintang ini. Untuk merasakan kelezatan kuliner asli Jogja sudah tersedia rumah makan, café dan lesehan sederhana yang siap memanjakan perut dengan menu khas berselera.

Tidak hanya di area puncak Bukit Bintang namun sejumlah rumah makan sudah bisa ditemui dari bawah sejak perjalanan menuju area perbukitan. Lokasi yang dipilih cukup tepat dengan konsep rumah makan outdoor. Pengunjung yang bersantap akan disuguhi pemandangan alam perbukitan dan sekitarnya. Tak jarang ada yang memanfaatkannya untuk berfoto bersama dengan background alam hijau.

Menu kuliner di kawasan Bukit Bintang Jogja bisa dibilang cukup lengkap. Harganya juga bervariasi. Ada beberapa rumah makan yang menyediakan makanan tradisional mulai dari Gudeg khas Jogja, Soto, Pecel Lele dan aneka makanan Eropa. Bagi pengunjung yang ingin mencicipi kuliner lokal tersedia makanan khas Gunung Kidul seperti Gathot dan Sego Abang. Tersedia juga Belalang Goreng buat para pecinta kuliner asli.

Indahnya Indonesia

Rute Terdekat Menuju Bukit Bintang

Perjalanan menuju Bukit Bintang cukup mudah. Dari pusat Kota Yogyakarta kita tinggal mengikuti jalur yang menghubungkan Yogyakarta dan Wonosari. Beberapa kilometer sebelum memasuki Bukit Pathuk dimana Bukit Bintang berada jalannya berliku-liku dan banyak terdapat kitungan tajam dan tanjakan curam. Pengunjung harus berhati-hati meskipun jalan sudah mulus beraspal.

Dari Yogyakarta ke Bukit Bintang hanya perlu waktu 30 menit untuk arus lalulintas normal atau paling lama 1 jam. Di lokasi sudah tersedia area parkir yang cukup luas. Jadi bagi yang ingin datang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir terkait kebutuhan tempat parkir. Demikian juga bagi yang datang secara berombongan menggunakan bus pariwisata, bisa memarkir kendaraan dengan aman.

Jika berangkat dari pusat Kota Yogyakarta bisa menggunakan jalur jalan raya arah Wonosari. Setelah sampai di pertigaan lampu merah Pasar Piyungan ambil jalur lurus. Memasuki kawasan Bokong Semar berarti perjalanan sudah sampai di daerah Pathuk. Pengunjung tinggal meneruskan perjalanan ke Bukit Bintang Jogja atau masyarakat setempat juga menyebutnya dengan Bukit Hargodumilah.

Fasilitas Akomodasi di Bukit Bintang

Di kawasan wisata Bukit Bintang terdapat beberapa hotel dan penginapan khusus bagi pengunjung dari luar kota yang ingin menginap. Hotel di Bukit Bintang ini sudah beroperasi sejak lama atau tak lama setelah Bukit Bintang dibuka sebagai tempat wisata. Tarif hotel disini cukup bervariasi, namun sepertinya bisa terjangkau semua kalangan mengingat memang belum ada hotel berbintang di kawasan ini. Mungkin para pengembang masih menunggu seberapa besar perkembangan wisata Bukit Bintang ini sebelum memutuskan membangun hotel berbintang.

Untuk mereka yang membutuhkan tempat wisata yang tenang, panorama alam Bukit Bintang Jogja memang layak dicoba terutama untuk wisata malam hari. Pada saat malam pergantian tahun pengunjung dapat menyaksikan momen luar biasa dari Bukit Bintang ini. Tepat pada jam pergantian tahun akan terlihat nyala kembang api warna-warna dari seantero kota Yogyakarta. Sebuah momen yang menakjubkan dimana nyala kembang api berpadu dengan lampu kota dan kerlip bintang di langit. Sebuah pemandangan maha indah yang mungkin tidak akan bisa didapat dari belahan bumi manapun,dan merupakan bukti bahwa Indonesia Itu Indah.

 

Reply

hit counter
Select Language