no comments

Menyambut Semangat Pagi di Kebun Teh Lawang


Agrowisata Kebun Teh Lawang

Kebun Teh Lawang – Menyinggung soal tempat wisata di Malang ingatan kita pasti refleks ke Kota Wisata Batu yang terkenal dengan Pemandian Selecta, Songgoriti, kebun Apel, Jatim Park I & II, dan lain-lainnya. Namun kali ini sejenak kita tinggalkan udara khas Kota Batu yang adem. Kita akan coba berjalan lebih ke Utara untuk menikmati destinasi wisata di Malang lainnya yaitu Kebun Teh Lawang ada juga yang menyebutnya Agrowisata Kebun Teh Wonosari. Sebuah perkebunan teh yang luas dengan udara yang tak kalah sejuk dari Kota Wisata Batu,dan merupakan salah satu tempat tujuan wisata di daerah Malang.

Perlu di ketahui, bagian utara Kabupaten Malang terdapat 2 Kecamatan yang saling berdekatan yaitu Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang. Sebenarnya wisata Kebun Teh Lawang ini masih berada di Kecamatan Singosari atau tepatnya di Dusun Wonosari Desa Toyomarto. Jadi bukan masuk wilayah Kecamatan Lawang. Yang menjadikannya lebih familiar dengan sebutan Kebun Teh Lawang karena lokasinya lebih mudah di akses dari arah Lawang, terutama pengunjung yang datang dari arah Surabaya.

Dilihat dari topografinya, Kebun Teh Lawang memang wajar jika memiliki hawa yang sejuk sebab lokasinya berada di perbukitan pada ketinggian hingga 1200 MDPL. Kawasan ini sepanjang musim memang selalu diselimuti hawa sejuk, bahkan ketika musim pancaroba dan kemarau panjang.

Perkebunan Warisan Era Kolonial

Selain terkenal dengan sebutan Kebun Teh Lawang banyak wisatawan yang menyebutnya dengan Kebun Teh Wonosari. Kebun teh ini konon adalah peninggalan di era pemerintahan Kolonial Belanda. Hal ini terlihat dari koleksi ribuan pucuk daun teh asal China dan Belanda yang diprediksi usianya sudah ratusan tahun. Disini setiap pagi para pemetik daun teh unjuk kebolehan. Jari-jari tangan mereka begitu cekatan memetik setiap pucuk daun teh di area kebun yang luas.

Dalam setiap harinya ada lebih dari 600 pemetik daun teh bekerja di kebun dengan luas tak kurang dari 370 hektar ini. Sebuah pemandangan yang unik dimana setiap pagi mereka berbekal kantung untuk menempatkan daun teh, lengkap dengan atribut caping lebar juga pisau dan arit bergegas menuju area perkebunan. Dari jam 7 pagi hingga jam 3.30 sore mereka menyusuri setiap petak kebun untuk mendapatkan pucuk daun teh kualitas terbaik.

agrowisata kebun teh lawang

Teh Lokal, Camelia Sinensis dan Camelia Asamica

Kebun teh Lawang terkenal dengan beberapa jenis daun teh yang memiliki rasa dan aroma berbeda. Di urutan pertama ada daun teh lokal. Daun Teh lokal merupakan hasil dari Teh Tiongkok yang dikawinkan secara silang dengan Teh India. Ukuran daunnya sedang, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Aroma dan rasanya sedikit unik karena merupakan hasil perkawinan silang dua jenis bibit teh berbeda. Di Malang sendiri produk daun Teh Lokal ini juga disebut Teh Gambung.

Jenih teh yang kedua yaitu Teh Tiongkok (camellia Sinentis) dengan ciri khas daun yang kecil-kecil. Dan yang terakhir yaitu Teh India (Camelia Asamica). Daun Teh India karakter daunnya lebih lembut dan bentuknya lebar.

Aktivitas Pengunjung di Kebun Teh Lawang

Berkeliling menikmati udara sejuk adalah aktivitas yang wajib dilakukan di Kebun Teh Lawang. Puas berkeliling pengunjung bisa menyempatkan diri menelusuri kawasan pabrik dan menyaksikan pengolahan daun teh secara langsung. Pabrik teh ini berada tepat di tengah-tengah perkebunan dengan jam operasional muali jam 8.00 hingga jam 20.00.

Didalam pabrik pengunjung bisa menyaksikan bagaimana pucuk-pucuk daun teh diolah. Mulai dari bentuk asli daun teh sampai menjadi granul (potongan-potongan daun siap seduh). Produk asli pabrik teh  warisan zaman Belanda ini memiliki kualitas eksport. Satu diantara sejumlah negara yang kini menjadi langganan pasokan pabrik ini yaitu Kenya. Bahkan teh dari Pabrik Teh Lawang ini disebut-sebut lebih nikmat dan wangi teh asli Kenya. Padahal semua orang tahu Kenya adalah salah satu negara produsen teh paling terkenal di dunia.

Di Kebun Teh Lawang pengunjung juga bisa menikmati teh olahan secara langsung. Cukup dengan membayar Rp 20.000 pengunjung bisa sepuasnya menikmati keharuman Teh cap Rolas produk asli dari kebun teh ini. Setidaknya ada 3 merk teh yang dilempar ke pasar lokal maupun ekspor yaitu Teh Hijau, Teh Putih dan Teh cap Rolas. Ketiga varian teh tersebut harganya sedikit lebih mahal karena benar-benar dibuat dari tunas dan pucuk daun teh pilihan.

Ingin membawa pulang teh untuk oleh-oleh? Jangan khawatir karena di Kebun Teh Lawang juga menyediakan teh celup dalam kemasan yang bisa dibawa pulang. Harganya mulai dari Rp 4.500 sampai Rp 30.000, tergantung dari isi per-kemasan.

agrowisata malang

Jalur Terdekat ke Kebun Teh Lawang

Untuk menuju lokasi bisa menggunakan jalur arah Surabaya – Malang dan sebaliknya. Dari pusat Kota Malang butuh waktu sekitar 40 menit atau 1 jam dari Bandara Abdul Rahman Saleh. Jika berangkat dari Bandara Juanda Surabaya kurang lebih 3 jam menggunakan kendaraan pribadi atau bis.

Apabila pengunjung memilih berangkat dari Terminal Arjosari Malang menggunakan kendaraan umum, tersedia angkot kode LA (Lawang – Arjosari) berwarna hijau. Pengunjung bisa turun di pertigaan sebelah kanan Polsek Lawang lalu naik ojek ke lokasi, tarifnya Rp 15.000 – Rp 20.000. Pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk Kebun Teh Lawang sebesar Rp 5.000, biaya ini belum termasuk tarif parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

Meskipun pada awalnya diproyeksikan sebagai tempat pengembangan usaha, namun kini Kebun Teh Lawang justru lebih terkenal sebagai tempat wisata. Oleh sebab itu tak heran jika disekitar lokasi sudah tersedia sejumlah penginapan. Selain penginapan dengan konsep cottage juga tersedia beberapa hotel dengan tarif bervariasi. Lokasi hotel sangat strategis dengan view langsung menghadap ke area kebun teh serta Gunung Arjuna dan Gunung Bromo yang nampak di kejauhan. Satu keindahan alam yang sempurna dengan udara sejuk alami sangat tepat bagi Anda yang ingin menenangkan dari atau mencari inspirasi.

 

Reply

hit counter
Select Language