no comments

Menjelajah Gulita Goa Loyang Karo Danau Lut Tawar Takengon Aceh


Goa Loyang Karo Danau Lut Tawar Takengon Aceh

Jika Sumatera Utara memiliki Danau toba maka Danau Lut Tawar Takengon Aceh menjadi icon wisata yang tak kalah menarik di belahan lain Pulau Sumatera, tepatnya di Kabupaten Aceh Besar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Danau yang berada di Dataran Tinggi Gayo ini disebut juga Danau Air Laut Tawar dengan luas mencapai 5000 hektar. Meskipun memiliki sebutan air laut namun kandungan airnya tidak terasa asin sebagaimana air laut pada umumnya.

Disebut icon wisata karena dominasi wisatawan di Danau Lut Tawar cenderung lebih tinggi dibanding tempat wisata Aceh Tengah lainnya. Keindahan danau ini salah satunya terlihat dari kejernihan air meskipun debit airnya cukup besar. Disini wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan bawah laut seperti terumbu karang, ikan-ikan dan  biota laut lain yang terlihat jelas dari permukaan.

Ikan Trout merupakan spesies ikan yang mendominasi perairan Danau Lut Tawar Takengon Aceh. Jadi sudah menjadi pemandangan umum jika banyak wisatawan yang justru lebih suka memancing di tempat ini. Di sekeliling danau terdapat 4 gua yang terbentuk dari peristiwa alam. Untuk berkeliling danau dan melihat eksotisme alam sekitarnya pengunjung bisa menyewa kapal motor di sekitar lokasi.

Menjelajah Goa Loyang Karo

Satu dari empat goa yang mengelilingi Danau Lut Tawar yang paling disukai wisatawan adalah Goa Loyang Koro. Letak mulut goa ini tepat berhadapan dengan danau. Untuk menjelajah masuk goa ini pengunjung terlebih dulu harus melewati jalan setapak menurun sekitar 300 meter. Seperti tempat wisata alam lainnya, selama menuruni jalan setapak pengunjung bisa menikmati pemandangan alam di sekeliling danau, termasuk keelokkan air danau yang bercahaya keperakan oleh bias cahaya matahari.

Dari cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, konon Goa Loyang Koro sudah ada sejak zaman penjajahan. Begitu masuk ke dalam goa pengunjung akan disambut suasana lengang dan gelap. Butuh penerangan obor atau senter untuk melanjutkan penjelajahan lebih kedalam. Hawa dingin khas goa alam semakin terasa yang mungkin menjadi suasana yang menyenangkan bagi mereka yang punya jiwa petualang sejati.

Goa Loyang Karo

Perkebunan Kopi di Dataran Gayo

Puas mengelilingi Danau Lut Tawar Takengon Aceh pengunjung bisa bergeser ke tempat wisata di Dataran Gayo lainnya yaitu Perkebunan Kopi Gayo. Layaknya tempat wisata di dataran tinggi lainnya, perkebunan kopi terbesar di Aceh Tengah ini memiliki hawa sejuk alami khas pegunungan. Disini pengunjung bisa berjalan berkeliling sambil melihat dari dekat petani yang memetik buah-buah kopi yang sudah masak.

Sekedar untuk diketahui, Kopi Gayo tidak hanya terkenal di Aceh dan sekitarnya namun kenikmatan kopi asli Tanah Rencong ini sudah populer bagi penikmat kopi di Pulau Jawa. Pengunjung juga bisa menikmati secangkir kopi hangat sambil melihat pemandangan alam terbuka di daerah bernama Isak Takengon.

Perkebunan Kopi di Dataran Gayo

Pesta Api Unggun di Tengah Kota

Meninggalkan sejenak Danau Lut Tawar dan sejuknya alam Perkebunan Kopi Gayo, menjelang malam pengunjung bisa membaur dengan aktivitas unik penduduk Kota Takengon yaitu membuat api unggun. Dikota ini penduduk memang memiliki kebiasaan membuat api unggun di depan rumah untuk mengusir hawa pegunungan yang cukup dingin. Suhu udara di kota ini memang sangat dingin, tak lebih dari 18 derajat Celsius. Jadi sangat mengasyikkan jika pengunjung dapat membaur dengan masyarakat lokal. Bahkan jika sudah akrab, penduduk tak sungkan menawarkan menginap gratis di rumah mereka bagi pengunjung. Suasana penuh keakraban inilah yang membuat wisatawan biasanya selalu ingin kembali berlibur di Kota Takengon Aceh.

Kuliner Unik Khas Takengon

Sebagai icon wisata yang mulai mendunia, Danau Lut Tawar Takengon Aceh juga terkenal dengan kulinernya yang unik. Terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan aneka masakan lezat khas Aceh, letaknya masih di sekitar kawasan danau. Menu favorit di tempat wisata ini adalah Ikan Bakar dengan citarasanya yang khas. Berbeda dari ikan bakar pada umumnya, menu Ikan Bakar khas Dataran Gayo biasanya dinikmati bersama dengan Sambal Cecah. Sambal Cecah juga termasuk kuliner asli Aceh yang terbuat dari Cabe, Terasi, Tomat dan Terong Belanda. Rasanya gurih dan menggugah selera makan. Akan menjadi kenikmatan berbeda jika wisatawan berkesempatan mencicipi kuliner ini dengan view pohon-pohon Pinus yang berjejer rapi dibelakang dengan sejuk angin yang berhembus pelan.

Fasilitas Akomodasi di Dataran Gayo

Mungkin sedikit berbeda dari tempat wisata di daerah lain, di kawasan Danau Lut Tawar Takengon Aceh belum banyak dibangun hotel maupun penginapan. Namun bagi wisatawan yang ingin menginap selama beberapa hari sudah tersedia beberapa pilihan penginapan dan hotel. Salah satu hotel paling dekat dengan Danau Lut Tawar adalah Hotel Renggali. Posisinya tepat di pinggiran danau, sangat strategis untuk menikmati keindahan pemandangan sekitar karena letaknya berhadapan langsung dengan danau.

Di tengah-tengah Kota Takengon juga terdapat sebuah penginapan bernama Penginapan Batang Ruang. Penginapan ini konon langganan para backpacker karena letaknya paling dekat dengan Gunung Burni Telong, sebuah gunung yang sangat cocok untuk aktivitas trekking. Penginapan Batang Ruang terletak di daerah Gentala tepat di Jalan Mahkamah. Pilihan lainnya ada Hotel Triarga yang posisinya cukup dekat dengan Terminal Bus Takengon. Dari hotel ke Danau Lut Air Tawar cukup ditempuh dengan berjalan kaki.

Danau Lut Tawar Takengon Aceh

Aset wisata Danau Lut Tawar Takengon Aceh, Kebun Kopi di Dataran Gayo maupun Goa Loyang Karo merupakan tiga diantara sekian banyak kekayaan alam di Aceh yang dieksplorasi menjadi tempat wisata terkenal. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pembanguan di segala sektor, termasuk sektor pariwisata berkembang cukup pesat di Bumi Serambi Mekah ini.

Reply

hit counter
Select Language