no comments

Melewatkan Satu Malam di Situ Gunung Sukabumi


wisata jawa barat

Situ Gunung Sukabumi – Alam mampu menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Setidaknya hal tersebut menjadi satu alasan mengapa wisata alam tetap menjadi magnet kuat bagi wisatawan dibanding jenis wisata lain. Menyatu dengan alam dengan panorama indah dan udara yang sejuk tentunya lebih menyenangkan sekaligus menenangkan daripada hanya menghabiskan waktu di tengah kebisingan kota yang justru memicu stress karena polusi semakin parah,dan tentu saja semua itu merupakan surgawisata bagi yang mendambakan ketenangan dan refreshing.

Wisata Situ Gunung Sukabumi, satu lagi tempat wisata di Indonesia yang berada di Jawa Barat yang menghadirkan pemandangan alam menakjubkan, udaranya yang masih murni menawarkan kesejukan yang bertolak belakang dengan udara yang menyesakkan di perkotaan. Tempat wisata ini berada di Kabupaten Sukabumi dan termasuk bagian dari kawasan Taman Nasional Gede Pangrango Sukabumi. Sebuah kawasan dengan luas tak kurang dari 100 hektar tempat dimana ribuan jenis flora dan fauna dilesatarikan dan dilindungi. Kawasan wisata ini menjadi yang ketiga di Jawa Barat sebagai tempat observasi flora dan fauna setelah Kebun Raya Bogor dan Kebun Raya Cibodas.

Di lingkup Taman Wisata Situ Gunung Sukabumi tercatat banyak sekali jenis flora yang dilindungi. Beberapa diantaranya yaitu tumbuhan Rasmala (Altinga Exelsa), Puspa (Scima Walichi), Damar (Agathis Loranthifolia), Saninten (Castania Agantea), Lemo (Litsea Cubeba), Harendong Cai (Medinela Speciosa), Gelam (Eugenia Fastigiata) dan masih banyak lagi. Beberapa jenis fauna yang juga dilindungi ditempat ini diantaranya macan Tutul, Kijang, Kera, Babi Hutan, Jaralang, Ayam Hutan, Trenggiling, Surili, dan Burung tekukur.

Terjadinya Danau Situ Gunung Menurut Sejarah

Yang dimaksud tempat wisata Situ Gunung sebenarnya adalah sebuah danau yang yang berada di kawasana Taman Nasional Gede Pangrango Sukabumi. Luas danau itu sendiri tak kurang dari 6 hektar. Yang lebih menakjubkan danau yang sekilas terlihat alami ini sejatinya adalah danau buatan. Menurut sejarah danau ini dibangun oleh seorang tokoh terkenal bernama Rangga Jagad Syahadana atau juga disebut Mbah Jalun. Beliau adalah seorang keturunan  bangsawan asal Kerajaan Mataram.

Menurut cerita Rangga Jagad Syahbana ini adalah seorang buronan Belanda yang konon melarikan diri dari wilayah Mataram kemudian menetap di Kesultanan Banten. Belanda yang mengatahui keberadaannya sempat kagum dengan danau ciptaan Rangga Jagad Syahbana, meskipun akhirnya ia ditanggap dan dihukum gantung di alun-alun Cisaat. Menjelang detik-detik eksekusi beliau berhasil melarikan diri. Rangga Jagad Syahbana atau Mbah Jalun akhirnya menetap dan meninggal di Bogor dan semua keturunannya tetap merahasiakan keberadaan makamnya sampai saat ini.

Aktivitas Menarik di Situ Gunung

Di kawasan danau buatan atau Situ Gunung Sukabumi ini banyak hal menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Tak hanya sekedar mengagumi keindahan alam sekitar namun disini pengunjung bisa mengikuti tantangan seru seperti tracking alam terbuka mengikuti lintasan yang berakhir di Curug Sawer, sebuah air terjun dengan pamandangan tak kalah eksotis. Tak seberapa jauh dari Situ Gunung terdapat beberapa blok yang termasuk bumi perkemahan Situ Gunung yaitu Blok Tegal Arpen, Blok Kalianda, Blok Tepus, Blok Bagedor dan Blok Harendong.

 wisata sukabumi

Akses Tercepat ke Danau Situ Gunung

Obyek wisata Situ Gunung terletak di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Desa Kadudampit Kecamatan Kadudampit, hanya sekitar 15 kilometer ke arah Barat dari Pusat Kota Sukabumi. Akses ke lokasi terbilang mudah karena fasilitas infrastruktur cukup mendukung untuk dilalui baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi harus memarkir kendaraan di Pos II untuk kemudian meneruskan perjalanan ke lokasi kurang lebih 200 meter. Begitu turun dari kendaraan hawa sejuk langsung terasa melegakan rongga dada. Nuansa alam benar-benar kental saat berbagi jenis unggas dan satwa lain melompat dari ranting ke ranting dengan bunyi saling bersahutan.

Bagi pengunjung yag lebih suka menggunakan kendaraan umum bisa naik angkutan umum dari Sukabumi jurusan Bogor lalu turun di Masjid Agung Cisaat. Dari Jalan Raya Cisaat naik ojek ke lokasi (arah ke kanan), jaraknya sekitar 10 kilometer. Dalam perjalanan ke Situ Gunung wisatawan dapat melihat air danau dari balik pepohonan begitu menyusuri jalan menurun. Dinamakan Situ Gunung karena dalam bahasa Sunda “Situ” artinya danau. Jadi Situ Gunung bisa diartikan danau yang berada di pegunungan.

Wisatawan yang baru pertama kali datang ke Situ Gunung Sukabumi ini mungkin kaget karena ulah usil beberapa ekor Lutung yang ingin mengajak bermain-main. Lutung adalah keluarga perimata mirip kera namun seluruh bulunya berwarna hitam pekat. Biasanya kawanan Lutung akan turun ke danau untuk minum dan bermain sekitar jam 6.30 pagi atau jam 5 sore. Lutung sendiri termasuk salah satu satwa yang dilindungi di Taman Nasional Gede Pangrango Sukabumi ini.

Begitu memasuki area Situ Gunung Sukabumi wisatawan akan disambut deretan pepohonan yang tumbuh subur khas pepohonan hutan. Pohon-pohon di tempat ini didominasi jenis pohon Agathis SP atau kita kenal dengan pohon Damar. Saat fajar tiba pesona Situ Gunung semakin terasa. Hangat cahaya matahari terlihat ramah menyapa dari balik dedaunan.

Tak jauh dari Situ Gunung terdapat sumber mata air Curug Cimanaracun. Dari curug inilah air danau berasal. Sekitar 2,5 kilometer dari Curug Simanaracun ada satu air terjun lagi bernama Curug Sawer. Karena semakin banyak pengunjung yang datang ke Situ Gunung kini disekitar lokasi telah dibangun beberapa gazebo untuk pengunjung yang ingin makan atau minum sambil beristirahat.

Situ Gunung Sukabumi

Fasilitas Akomodasi di Situ Gunung

Untuk wisatawan yang berencana berlibur selama beberapa hari di Situ Gunung Sukabumi, telah tersedia penginapan dengan tarif murah. Untuk menginap di penginapan bernuansa cottage hanya dkenakan tarif dibawah 500 ribu per malam. Namun bagi wisatawan yang lebih suka menikmati alam terbuka tentunya lebih memilih mendirikan kemah. Untuk berkemah 1 malam cukup hanya membayar 5000 saja.

 

 

Reply

hit counter
Select Language