2comments

Masjid Raya Baiturrahman, Wisata Sejarah dan Religi Di Banda Aceh


Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah salah satu tempat wisata di Banda Aceh yang menawarkan sensasi wisata religi dan sejarah. Masjid ini merupakan saksi bisu dari perjalanan sejarah Aceh. sekaligus juga menjadi kebanggan masyarakat Aceh dan sekitarnya.

Sejarah Masjid Raya Baiturrahman

Masjid raya yang merupakan simbol dari religiusitas, keberanian, dan nasionalisme rakyat Aceh ini dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda tahun 1606-1636. Selain diperuntukan sebagai tempat ibadah, masjid raya ini juga dibangun dengan tujuan sebagai pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara pada masa itu. Ketika itu banyak sekali pelajar yang datang dari berbagai penjuru nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India dan Persia yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama, maka dari itu tidak salah jika provinsi yang sempat menjadi daerah istimewa ini diberi julukan sebagai kota Serambi Mekah.

Sekitar tahun 1873 Masjid Raya Baiturrahman sempat dijadikan markas pertahanan rakyat Aceh ketika masa perang dengan Belanda. Sewaktu Belanda menyerang ibu kota Banda Aceh, masjid ini sempat dibakar pasukan Belanda. Pada saat itu juga, Mayjen Khihler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan masjid raya ini. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangunlah sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri masjid raya, tepatnya berada di bawah pohon ketapang.

Setelah enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh karena dibakarnya masjid raya ini, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali masjid raya dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga kini Masjid Raya Baiturrahman telah mengalami 5 kali renovasi dan perluasan area.

Ketika tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004, masjid raya ini menjadi salah satu tempat penyelamatan masyarakat Banda Aceh. Ketika itu air bah tsunami hanya menjangkau anak tangga paling atas dari bangunan masjid tertua di Aceh ini.

Masjid Baiturahman

Berwisata Religi Di Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu ikon kota Banda Aceh. Masjid ini menjadi objek wisata religi yang mampu membuat setiap wisatawan yang datang berdecak kagum akan keindahan arsitekturnya. Selain itu salah satu masjid tertua di Indonesia ini memiliki ukiran yang menarik pada bagian asitektur baik itu interior maupun eksterior, halamannya pun sangat luas yang dipercantik dengan adanya pancuran air bergaya Kesultanan Turki Utsmani, sehingga menyajikan suasana yang terasa sejuk ketika berada di dalam masjid raya ini.

Bangunan utama Masjid Raya Baiturrahman ini berwarna putih dengan kubah besar berwarna hitam yang dikelilingi oleh tujuh menara. Kesan megah dari bangunan masjid semakin terasa dengan adanya kolam besar dan pancuran air yang berada di bagian depan masjid. Selain kolam dan air mancur, halaman masjid raya ini juga ditumbuhi rumput-rumput hijau yang dapat mengingatkan pengunjungnya pada Taj Mahal di India.

Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman bercorak elektik yang merupakan suatu rancangan yang dihasilkan dari gabungan dan model terbaik dari berbagai negeri, sehingga menjadikannya terlihat begitu megah. Gerbang utama masjid ini posisinya menempel dengan unit utama masjid. Setelah gerbang utama terdapat porch yang berbentuk segi empat memanjang. Dibagian kiri dan kanan porch dikelilingi oleh tangga yang berbentuk huruf U. Pada ujung tangga tersebut terdapat 3 jendela yang dibentuk oleh 4 tiang langsing silindris dengan model arsitektur Moorish. Diantara kolom yang satu dan kolom yang lain dihubungkan oleh pelengkung patah model Persia. Karena ada 4 kolom, itu berarti ada 3 plengkung. Pada bagian atas terdapat hiasan relief lengkung seperti corak Abesque.

Masjid Baiturahman

Masjid ini menjadi salah satu tempat wisata religi di Aceh yang memiliki pengunjung terbanyak setiap harinya. Situs Huffington Post bahkan sampai memasukan Masjid Raya Baiturrahman ke dalam daftar 100 masjid terindah di dunia, situs lainnya adalah Yahoo! yang menyebut masjid ini sebagai salah satu dari 10 masjid terindah di dunia.

 

Bagi wisatawan yang beragama muslim, jika menyempatkan shalat jumat di Masjid Raya Baiturrahman, maka jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berfoto di halaman masjid dengan latar belakang masjid ini sendiri. Biasanya wisatawan mancanegara yang beragama non muslim hanya berfoto di halaman depan saja tanpa masuk kedalam masjid. Karena keindahannya itulah, masjid ini sampai dibuatkan replikanya di sebuah taman miniatur terbesar di dunia yaitu di Taman Minimundus Klagenfurt, Karintinia, Austria.

Masjid Baiturahman

Lokasi Masjid Raya Baiturrahman

Lokasi masjid raya ini terletak di tengah kota Banda Aceh yang dulunya bernama kota Kuta Raja. Masjid ini sendiri mampu menampung 1900 jamaah shalat. Untuk sampai ke lokasi masjid ada banyak sekali alat transportasi yang dapat digunakan. Banyak maskapai dengan tujuan penerbangan menuju Banda Aceh dengan harga termurah sekitar Rp 1.000.000 per-orang dengan penerbangan pulang pergi.

Dari bandara Sultan Iskandar Muda, menuju Masjid Raya Baiturrahman dapat menggunakan angkutan kota atau naik mobil travel yang dicarter dengan harga Rp 15.000 per-orang. Selain itu, jika menggunakan jalur darat, dari Terminal Rawamangun dapat naik bis menuju Banda Aceh, atau dengan menaiki kapal laut yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok hingga ke belawan dengan harga tiket termurah sekitar Rp 314.000 per orang. Dari Belawan, wisatawan dapat menumpang Bis Malam Kurnia atau Pelangi dengan tarif Rp 110.000 per orang. Kedua bis ini berada di Jl Gadjah Mada yang dapat dicapai dengan angkutan kota seharga Rp 10.000 dari pelabuhan Belawan.

 

 

2 Comments

    • admin

Reply

hit counter
Select Language