no comments

Keajaiban Alam dan Tarian Lumba-Lumba di Teluk Kiluan Lampung


Lumba-lumba Teluk Kiluan Lampung

Teluk Kiluan Lampung – Tidak ada batasan dimana seorang traveler sejati harus menjejakkan kaki untuk memulai sebuah petualangan. Yang pasti mereka tidak akan puas hanya melihat-lihat barang mewah di mall dengan hawa sejuk buatan, atau menyusuri jalanan mulus perkotaan. Naluri mereka akan menuntun untuk pengalaman yang lebih menantang atau  bahkan untuk hal-hal yang memacu adrenalin sekalipun.

Bagi traveler yang kerapkali menyatu dengan alam, Teluk Kiluan Lampung adalah destinasi wisata paling tepat untuk merealisasikan tuntutan jiwa, bagaimana menaklukkan alam yang benar-benar belum terjamah, karena inilah sebenarnya tantangan itu. Pesona alam bukan satu-satunya hal menarik yang ditawarkan, namun tempat ini bak sebuah keajaiban dimana populasi lumba-lumba hidup bergerak bebas dan berkembang biak. Tak ada bangunan gedung pencakar langit, polusi emisi gas atau kontaminasi limbah industri membuat Teluk Kiluan layaknya surga tersembunyi dengan pemandangan eksotis nan menakjubkan.

Teluk Kiluan adalah tempat wisata di Lampung terletak tepat di Desa Pekon, Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. Topografinya yang sebagian besar berbukit dan berlembah sangat cocok bagi traveler yang hobi berpetualang. Akses ke lokasi yang harus melalui Pesisir Sumatera Barat tentu saja sangat sulit di lalui dengan kondisi jalan yang jauh dari kata mulus apalagi beraspal. Kepiawaian dan konsentrasi penuh sangat dibutuhkan ketika mengemudikan kendaraan mengingat medan yang begitu sulit.

Teluk Kiluan Menurut Sejarah

Teluk Kilauan lampung

Ditelisik dari asal usulnya, masyarakat memiliki beberapa versi berbeda terkait keberadaan Teluk Kiluan Lampung ini. Satu cerita yang paling melegenda hingga sekarang, bahwa tempat wisata ini erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit serta masuknya ajaran Islam di Indonesia. Diceritakan pada zaman dulu, di daerah Pekon Bawang ada seorang tokoh berasal dari Malaka yang terkenal dengan kesaktiannya yaitu Raden Mas Anta Wijaya.

Karena sangat disegani membuat banyak kerabat dekat merasa iri lalu merencanakan pembunuhan terhadap Raden Mas Anta Wijaya. Mendengar rencana jahat itu Raden Mas Anta Wijaya justru meminta pada kerabatnya untuk membawanya ke sebuah pulau bernama Pulau Kiluan. Konon karena kesaktiannya Raden Mas Anta Wijaya tidak bisa mati, kecuali dibunuh di pulau ini. Karena kecintaannya pada kerabat-kerabatnya maka ia rela mati di tangan saudara-saudaranya sendiri. Kisah itulah yang membuat Teluk Kiluan menjadi populer sampai sekarang menjadi tempat wisata populer bernama Teluk Kiluan Lampung.

Mendunia Mulai Tahun 1995

Wisata alam Teluk Kiluan Lampung mulai familiar bagi wisatawan sejak tahun 1995 silam. Uniknya waktu itu wisatawan asing yang terlebih dulu “menemukan” tempat wisata ini, sebaliknya wisatawan lokal justru belum mengetahuinya. Bahkan masyarakat Lampung sendiri jarang sekali yang mengenal tempat ini. Hal ini wajar mengingat akses ke lokasi yang begitu sulit juga mungkin karena terbatasnya informasi. Wisatawan lokal dan dari luar daerah baru berdatangan kesini mulai tahun 2004 lalu.

Mengingat medan yang cukup sulit maka butuh waktu tak kurang dari 8 jam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Teluk Kiluan. Namun begitu petualangan ini tidak akan membosankan karena pengunjung akan disuguhi indahnya pemandangan alam selama dalam perjalanan.

Keunikan Atraksi Lumba-Lumba

Berpetualang di Teluk Kiluan Lampung tentu membawa pengunjung pada hal-hal yang menarik dan luar biasa, salah satunya menyaksikan langsung atraksi lumba-lumba di laut lepas. Untuk menyaksikan tarian lumba-lumba dari dekat pengunjung harus menyewa perahu ke tengah laut. Perlu diketahui, disini ada beberapa spesies lumba-lumba, dua diantaranya yang paling terkenal yaitu Lumba-Lumba Hidung Botol atau Tursiops Truncatus dan yang kedua adalah Lumba-Lumba Paruh Panjang atau Stenella Longirostis. Tursiops Truncatus identik dengan warna abu-abu dan karakternya lebih pemalu. Sementara Stenella Longirostis ciri fisiknya lebih kecil namun karakternya sangat aktif.

Biasanya lumba-lumba di Teluk Kiluan sangat akrab dengan wisatawan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang justru menyambut begitu perahu yang membawa pengunjung mendekat. Begitu jarak semakin dekat mereka secara bergantian melompat lalu menyelam lagi ke air lalu muncul melompat kemudian menyelam lagi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat bersahabat, jinak dan mudah berinteraksi dengan manusia dengan tingkah yang lucu dan menggemaskan.

lumba-lumba di teluk kilauan

Bagi traveler yang suka memancing Teluk Kiluan juga opsi yang tepat untuk menyalurkan hobi memancing. Bahkan karena semakin banyak yang memilih memancing disini maka setiap tahun diselenggarakan festival memancing di Teluk Kiluan. Tak tanggung-tanggung, pesertanya adalah master-master pemancing dari Indonesia bahkan dari luar negeri.

Tak hanya tarian lumba-lumba dan memancing, yang lebih menarik wisatawan bisa melanjutkan petualangan mengelilingi Pulau Kiluan dengan menyewa Perahu Katir. Sore hari adalah waktu paling tepat untuk memulai petualangan. Begitu berkeliling pengunjung bisa menyaksikan dari dekat perimata berbulu hitam dengan suara-suaranya yang khas. Pulau ini memang dihuni beberapa jenis perimata diantaranya Kukang (Nycticebus Coucang), Simpai (Presbythis Melalops) dan Siamang (Sympalangus Syndactylus).

Ribuan unggas juga hidup bebas di Pulau Kiluan. Pagi dan sore suara-suara mereka saling bersahutan seolah menyuarakan kebebasan. Berbeda dari nasib saudara-saudara mereka yang banyak hidup terkekang di sangkar emas di perkotaan. Di Teluk Kiluan Lampung ini pengunjung juga bisa menyaksikan dua spesies penyu yaitu Penyu Hijau (Chelonia Mydas) serta Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricate). Mereka biasanya menepi ke pantai diwaktu-waktu tertentu.

Ada sejumlah tempat wisata lain yang cukup dekat dengan Teluk Kiluan dan sekalian bisa dikunjungi diantaranya Pantai Mutun, Pulau Kelagian, Pantai Queen Artha, Pantai Sekar Warna dan Pantai Kelapa Merapat (Pantai Klara). Waktu yang pas untuk berpetualang di Teluk Kiluan Lampung adalah ketika musim angin Timur. Musim angin Timur ini ada diantara bulan April sampai Oktober. Jadi bagi Anda yang ingin menghabiskan liburan di Teluk Kiluan bisa memilih antara bulan-bulan tersebut.

 

 

 

Reply

hit counter
Select Language