no comments

Danau Kaolin Pulau Belitung, Surga Tersembunyi di Bekas Area Tambang


Danau Kaolin Pulau Belitung

Danau Kaolin Pulau Belitung – Bersyukurlah kita lahir dan tinggal di Indonesia karena begitu banyak keindahan alam yang bisa kita nikmati. Potensi alam yang dieksplorasi menjadi tempat wisata favorit sangat mudah kita temukan dari Sabang sampai Merauke. Keindahan alam yang dipadukan dengan budaya unik dari berbagai suku, melahirkan berbagai tempat wisata yang pamornya kian mendunia. Siapa tak kenal Indonesia, sebuah negara dengan keragaman suku dan budaya serta kekayaan alamnya yang indah, memaksa seluruh dunia untuk mengakui bahwa Indonesia sangat kaya.

Bagi yang tak kenal lelah menjelajah tempat wisata alam di Indonesia kali ini kita ajak berjalan-jalan di Pulau Belitung, di tempat wisata yang mulai menarik perhatian publik bernama Danau Kaolin. Seperti yang sudah kita ketahui, Pulau Belitung memang terkenal sangat indah. Tidak hanya wisata pantainya namun sejumlah tempat wisata termasuk Danau Kaolin sanggup menghadirkan pesona yang membuat kagum jutaan wisatawan yang berkunjung.

Bgai siapapun yang belum sempat berkunjung ke Pulau Belitung, keindahan alam pulau ini bisa terwakili oleh film Laskar Pelangi. Di film ini proses pengambilan gambarnya dilakukan di Belitung sehingga keindahan alamnya terekspos sangat jelas. Eksplorasi keindahan alam menjadi obyek wisata memang sangat ditonjolkan di Belitung. Bahkan bekas pertambangan timah bisa disulap menjadi tempat wisata menarik benama Danau Kaolin.

Sejarah Terjadinya Danau Kaolin

Danau kaolin Pulau Belitung terbentuk berawal dari penambangan timah yang dimotori oleh John Francis London tahun 1851 silam. Ternyata proyek penambangan di lokasi tersebut tidak hanya khusus menambang timah tetapi juga untuk penambangan Kaolin. Apa itu Kaolin? Kaolin adalah sejenis tanah liat (lempung) yang terbentuk akibat pelapukan batuan granit karena peristiwa alam. Biasanya Kaolin sering digunakan untuk bahan karet, plastik, kertas hingga produk obat-obatan. Menurut penelitian Pulau Belitung memiliki kandungan Kaolin terbesar di Indonesia.

Karena eksploitasi berlebihan dan penambangan Kaolin yang tidak terkontrol, kondisi tersebut ternyata memunculkan kubangan luas di aeral bekas tambang hingga kemudian disebut Danau Kaolin. Air di danau ini berasal dari akumulasi air yang mengalir dari sejumlah ceruk di beberapa titik. Danau Kaolin sendiri seperti sebuah oase karena keberadaannya di tengah-tengah area yang kering serta lingkungan yang rusak karena penambangan Kaolin yang dilakukan secara besar-besaran.

Danau Kaolin Pulau Belitung

Spot Terbaik untuk Fotografi

Kondisi alam di kawasan pertambangan semula memang sangat memprihatinkan. Akibat penambangan yang tanpa perhitungan, alam sekitar menjadi rusak. Namun itu dulu, bekas pertambangan timah dan Kaolin itu kini menjelma menjadi destinasi wisata yang menarik. Berbeda 180 derajat dari kondisi sebelumnya, kini kawasan sekitar Danau Kaolin terlihat sangat elok. Kejernihan air danau yang berwarna biru tosca mengundang pesona bagi siapapun yang melihatnya.

Jika pengunjung fokus memandang tengah-tengah danau akan terlihat hamparan gundukan tanah. Dari kejauhan nampak seperti punggung naga raksasa di tengah danau. Hamparan gundukan tanah ini menjadi penghubung jika pengunjung ingin berjalan-jalan dari sisi danau ke sisi lainnya. Sisa-sisa warna putih Kaolin menyempurnakan keindahan air danau yang nampak bercahaya keperakan tertimpa cahaya matahari.

Disini pengunjung bebas bermain dan berenang, satu hal lagi Danau Kaolin Pulau Belitung ini merupakan spot favorit bagi pengunjung yang punya hobi fotografi. Tiap sudut tempat ini terlihat sangat indah sehingga menjadi object yang menarik untuk hasil foto alam yang cantik. Air danau yang jernih berpadu dengan tanah Kaolin yang putih bersih sanggup menghadirkan pesona yang memukau setiap wisatawan yang berkunjung.

Danau Kaolin Pulau Belitung

Fasilitas Trnasportasi dan Akomodasi

Danau Kaolin terletak di Provinsi Belitung tepatnya di Desa Air Raya, Tanjung Pandan, Belitung. Jika pengunjung berangkat dari Ibukota Belitung butuh waktu sekitar 10 menit ke lokasi dengan menumpang pesawat. Sampai di Tanjung Pandan pengunjung bisa langsung meluncur ke lokasi. Danau Kaolin berada di pinggir Jalan Murai.

Letak Danau Kaolin berada dipinggir jalan utama Desa Air Raya sehingga mudah diakses dari arah manapun. Bagi masyarakat lokal yang ingin berlibur ke danau sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum menuju lokasi masih sangat minim. Untuk wisatawan yang datang dari luar daerah disarankan untuk menyewa kendaraan di rental-rental mobil di Kota Tanjung Pandan.

Menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan untuk berlibur ke Danau Kaolin jauh lebih menyenangkan dibanding kendaraan umum. Pengunjung bisa menikmati perjalanan sambil melihat-lihat pemandangan alam hijau sepanjang jalan. Memang benar, selain pemukiman penduduk sepanjang jalan terlihat perkebunan kelapa sawit dan hutan karet. Sebelum pengunjung masuk di kawasan Koba, suasana alam hijau berganti pemandangan laut dimana kondisi sekitarnya masih sepi dan lengang.

Danau Kaolin Pulau Belitung

Pertambangan timah dan Kaolin di Belitung ini telah menjelma menjadi obyek wisata terkenal. Aktivitas pertambangan juga sudah tidak nampak meskipun pada awalnya tempat ini memang diproyeksikan sebagai areal pertambangan, bukan kawasan wisata. Jadi cukup masuk akal jika di sekitar Danau Kaolin tidak tersedia fasilitas umum atau wahana-wahana seperti tempat wisata lain. Disini yang terlihat hanya sisa-sisa bekas pertambangan, hanya sesekali masih ada penambang lokal yang mencari Kaolin namun dilakukan secara individu.

Akses jalan dan infrastuktur menuju lokasi cukup memadai. Ukuran jalan sangat lebar sehingga lebih dari cukup untuk  2 lajur mobil. Karena memang bukan asli tempat wisata maka untuk masuk ke kawasan Danau Kaolin tidak dipungut biaya apapun. Seperti yang dibahas sebelumnya tidak ada fasilitas umum di sekitar Danau Kaolin Pulau Belitung, jadi untuk wisatawan yang membutuhkan tempat menginap harus kembali ke Kota Tanjung Pandan. Di kota ini banyak fasilitas akomodasi yang bisa dipilih mulai dari losmen, wisma, home stay dan hotel.

 

Reply

hit counter
Select Language