no comments

Berselancar Di Pulau Tabuhan Banyuwangi


Pulau Tabuhan merupakan salah satu tempat wisata di Banyuwangi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan terutama mereka yang memilik hobi berselancar. Pulau ini merupakan salah satu pulau yang memiliki lokasi berselancar potensial seperti halnya Pulau Merah dan Pantai Plengkung. Bedanya kedua pantai tersebut terletak di selatan Banyuwangi, sedangkan pulau Tabuhan terletak di utara Banyuwangi. Kite surfing adalah salah satu varian olahraga berselancar yang menggunakan tambahan berupa parasut layang atau layar yang menjadi salah satu keunikan yang ada di Pulau Tabuhan.

 

 

Keindahan Pulau Tabuhan

 

Pulau ini persis terletak di tengah Selat Bali yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pulau ini termasuk dalam wilayah Desa Bangsring Kecamatan Mongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Dinamakan Pulau Tabuhan karena angin yang ada di daerah ini cukup kencang sehingga seperti tetabuhan musik. Pulau ini adalah salah satu potensi pariwisata Banyuwangi. Dengan luas sekitar 5 hektar, Pulau Tabuhan termasuk sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Selain itu pulau ini sangat unik karena warna pasirnya berwarna putih sedangkan mayoritas warna pasir pantai disepanjang garis pantai Selat Bali berwarna gelap. Hamparan pasir putih nan bersih ini berpadu dengan air laut yang bening dan juga terumbu karang yang dengan berbagai bentuknya menjadikan pulau ini dapat menyihir siapa pun yang datang. Selain itu juga deburan ombak yang lirih serta angin pantai yang sepoi-sepoi menyajikan keindahan tersendiri bagi pengunjung yang ingin sekedar menenangkan diri sejenak dari kebisingan kota.

pulau tabuhan

Hal unik lainnya yang dimiliki pulau ini adalah warna air yang terbagi dalam tiga gradasi warna yaitu putih, hijau dan biru sesuai dengan biota dan kedalaman lautnya. Warna putih atau bening menandakan pantai yang dangkal karena dibawahnya terhampar pasir putih, warna hijau menandakan pantai yang memiliki kedalaman sedang dan warna biru menandakan perairan yang cukup dalam. Selain itu, wisatawan di pulau ini juga dapat menikmati kekayaan flora dan faunanya. Pulau Tabuhan ini adalah tempat pavorit bagi berbagai jenis binatang termasuk beberapa satwa dilindungi. Salah satu penghuni tetap pulau ini adalah burung maleo yang berasal dari Sulawesi. Keberadaan burung maleo ini termasuk sebuah rutinitas bagi burung tersebut untuk melakukan migrasi. Burung ini biasa bersarang di daerah pasir yang terbuka dan hangat untuk tujuan menetaskan telur. Makanan burung maleo adalah biji-bijian, semut dan berbagai jenis hewan kecil lainnya. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa maleo sering singgah di pulau ini.

 

Selain burung maleo adapula burung enggang gading. Hewan yang termasuk kedalam satwa dilindungi ini sudah terbiasa hilir mudik di Tabuhan. Jika beruntung, pengunjung dapat pula melihat burung jalak yang menjadi maskot Pulau Bali.

 

 

Asiknya Berselancar Layang Di Tabuhan

 

Potensi lain yang dimiliki oleh Pulau Tabuhan adalah sebagai lokasi kite surfing. Awalnya potensi ini diketahui oleh salah seorang instruktur kite surfing asal Belanda yang menetap di Bali Jeroen Van Der Kooij. Karena tiupan anginnya mencapai 20-30 knot yang sangat ideal untuk kite surfing atau pun wind surfing. Bahkan pulau ini dinilai sebagai lokasi yang paling bagus untuk bermain selancar layang atau selancar angin. Selain memiliki tiupan angin yang kencang, lautnya pun cenderung tenang tanpa ombak sehingga dapat dimanfaatkan untuk kite surfing sepanjang tahun. Standar kecepatan angin untuk permainan kite surfing sendiri adalah 17-20 knot. Semakin besar kecepatan angin maka parasut yang digunakan semakin kecil, dan sebaliknya.

Lokasi pulau yang tepat berada di tengah Selat Bali memberikan keindahan tersendiri bagi para kite surfer. Karena lokasinya tersebut, para kite surfer dapat menikmati pemandangan berupa gunung di daratan Pulau Jawa dan juga terlihat hijaunya Taman Nasional Bali Barat. Untuk lebih mengenalkan potensi Pulau Tabuhan, Pemkab Banyuwangi rutin menggelar event Banyuwangi Summer Kite Surf Camp yang biasanya digelar selama 2 hari di Pulau Tabuhan.

event Banyuwangi Summer Kite Surf Camp yang biasanya digelar selama 2 hari di Pulau Tabuhan

 

Rute Menuju Pulau Tabuhan

 

Satu-satunya transportasi yang ada menuju Pulau Tabuhan ini adalah dengan menggunakan perahu nelayan yang bisa ditempuh dalam waktu 25-30 menit dari Pulau Kampe Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Untuk menyewa perahu pengunjung akan dikenakan tarif sekitar 300-500 ribu untuk penyebrangan pulang-pergi. Satu perahu biasanya berkapasitas maksimal 12 orang. Selain dari Pulau Kampe, pengunjung juga dapat menyeberang dari Pantai Bangsring. Dari Pantai Bangsring untuk menuju Tabuhan cenderung lebih dekat karena posisinya yang berhadapan. Selain itu juga di Pantai Bangsring terdapat beberapa fasilitas yang memadai.

pulau tabuhan banyuwangi

Ada 3 opsi yang dapat digunakan untuk menuju Tabuhan yaitu via Watudodol, Bangsring dengan paket penyebrangan 350 ribu untuk 4 orang dan 500 ribu untuk 10 orang yang semuanya sudah termasuk dengan peralatan snorkling, serta dari Pantai Kampe dengan tarif 500 ribu untuk 10 orang tanpa alat snorkling dan yang terbaru adalah melalui Bunder atau Bangsring Under Water. Rute terakhir ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti fasilitas bilas, persewaan alat snorkling, kamera under water dan alat menyelam serta tentunya jarak yang lebih dekat.

Pihak pengelola Bunder menawarkan beberapa paket penyebrangan ke Tabuhan plus asuransi keselamatan serta wisata under water berupa snorkling yang terumbu karangnya sudah dapat dijangkau mulai dari kedalaman 1-5 meter. Pihak Bunder ini mengklaim bahwa dengan menggunakan jasa mereka, pengunjung sudah termasuk berdonasi untuk perbaikan lingkungan pesisir dan biaya pengawasan Pulau Tabuhan dari para pencuri pasir dan pohon sentigi di sana. Harga yang ditawarkan pun cenderung lebih murah yaitu 450 ribu untuk satu kapal wisata berkapasitas 10 orang plus guide lokal, 550 ribu untuk 15 orang dan 350 ribu untuk kapal kapasitas 4 orang.

Reply

hit counter
Select Language