no comments

Tempat Wisata di Dieng Wonosobo: Mengungkap Nuansa Spiritual di Dataran Tinggi Dieng


surgawisata

Tempat Wisata di Dieng – Catatan sejarah panjang dari dataran tinggi Dieng, membuat kawasan ini menjadi destinasi wisata paling menarik di Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng sendiri terletak di sebelah Barat Kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tepatnya diantara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo.
Masih menurut sejarah, konon dataran tinggi Dieng adalah tempat tinggal para dewa dewi. Dalam bahasa Kawi “Dieng” artinya Gunung Dewa sehingga pengertian secara umum tempat ini merupakan pegunungan dimana para dewa dewi bersemayam. Aroma spiritual di dataran tinggi Dieng cukup kental, hal ini diperkuat dengan adanya candi-candi kuno bernuansa Hindu dengan corak arsitektur yang cukup unik. 
Pegunungan atau dataran tinggi Dieng berada di ketinggian lebih dari 2000 MDPL dengan suhu rata-rata 15-20 derajat Celsius. Udaranya yang sejuk dan kabut yang selalu muncul mengiringi terbitnya matahari membuat suasana di kawasan ini benar-benar nyaman dan damai. Kalau kamu ingin menghabiskan liburan di kawasan ini, berikut rekomendasi tempat wisata di Dieng Wonosobo yang harus kamu pertimbangkan.


Pesona Sunrise di Bukit Sikuni

Momen sunrise di dataran tinggi Dieng tentu tak ingin kamu lewatkan begitu saja. Spot terbaik untuk menikmati momen ini kamu bisa datang di Bukit Sikunir. Mayoritas wisatawan terutama kalangan fotografer biasanya tak mau ketinggalan berburu sunrise di bukit ini. Bukit Sikunir sendiri berada di Desa Sembungan, yang juga tercatat sebagai desa paling tinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Terkenal dengan sebutan Bukit Sikunir karena dari kawasan yang berada di ketinggian 2.200 MDPL ini warna sinar matahari nampak kekuningan seperti warna kunir (kunyit). Jadi seiring berjalannya waktu bukit ini populer dengan nama Bukit Sikunir.

Eksotisme Alam Kawah Dieng

Indahnya Indonesia benar-benar terlihat sempurna jika kamu berada di dataran tinggi Dieng. Salah satu spot paling menarik adalah 3 kawah yaitu Kawah Candradimuka, Kawah Sileri dan Kawah Sikidang.

Kawah Candradimuka biasanya sering terdengar dalam cerita pewayangan. Berdasarkan cerita tersebut, Kawah Candradimuka ini dulunya adalah tempat Gatotkaca dimandikan sehingga menjadi tokoh yang sakti mandraguna. Kawah ini terletak sekitar 6 kilometer dari poros wisata dataran tinggi Dieng.

Berikutnya yaitu Kawah Sileri. Dengan luas tak kurang dari 4 hektar Kawah Sileri menjadi kawah terbesar yang ada di dataran tinggi Dieng. Jika ingin menikmati suasana alam di Kawah Sileri kamu harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer dari pusat wisata dataran tinggi Dieng. Kawah ini memiliki ciri khas asap putih yag terus-menerus keluar dari dalam kawah.

Kawah Sikidang yang berada di kawasan Dieng Timur menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi karena pemandangannya paling indah. Bukit hijau yang menghampar luas dan tanah kapur di tanah kawah adalah perpaduan pemandangan alam pegunungan yang memukau.

Warna-warni Indah di Telaga Warna

Tempat wisata di Dieng yang satu ini punya keunikan yang mungkin tidak dimiliki tempat wisata lain. seperti namanya, Telaga Warna ini terkenal karena warn airnya yang sering berubah-ubah. Seperti tempat wisata di Dieng lainnya, Telaga Warna ini juga memiliki cerita atau legenda tersendiri.

Konon warna yang sering muncul di permukaan telaga karena sebuah cincin milik bangsawan yang jatuh ke dalam telaga. Karena kesaktiannya aura cincin tersebut memancar hingga permukaan telaga. Namun jika diteliti secara ilmiah, perbedaan warna telaga ini disebabkan adanya pembiasan cahaya dari endapan belerang di dasar telaga yang tertempa sinar matahari. Telaga Warna ini didominasi oleh warna biru laut, hijau dan putih kekuningan.

Untuk menikmati indahnya air Telaga Warna kamu harus menaiki puncak bukit di sekeliling telaga. Sepanjang tepian telaga dilengkapi balkon dimana kamu bisa duduk-duduk sambil menikmati keindahan telaga dan alam sekitarnya.

Mencari Tuah di Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda adalah tempat wisata eksotis yang berada di Desa Pekasiran – Kecamatan Bantur. Dari lokasi pusat wisata Dieng jaraknya sekitar 12 kilometer ke arah Barat. Sumur Jalatunda terjadi dari sebuah ceruk rekahan kawah yang digenangi air berdiameter 90 meter dan memiliki kedalaman mencapai 200 meter. Karena air yang terus menggenang ceruk ini bentuknya menyerupai sumur. 

Untuk sampai di lokasi butuh stamina yang prima karena kamu harus menaiki 257 anak tangga. Di penghujung anak tangga kamu dapat melihat karung beras dengan tumpukan kerikil diatasnya. Menurut mitos yang beredar di masyarakat, siapain yang sanggup melempar kerikil dari seberang sumur ke seberang berlawanan semua harapannya akan terkabul. Karena mitos ini tak heran jika kamu akan menjumpai banyak sekali penjual batu kerikil. Untuk 1 batu kerikil harus kamu tebus seharga 500 rupiah. Uniknya hampir semua wisatawan yang berkunjung mencoba peruntungan dengan melempar kerikil-kerikil ini.  

Menelusuri Tempat Sakral di Candi Hindu Dieng

Seperti yang sudah dibahas diawal, dataran tinggi Dieng cukup kental nuansa spiritual dengan peninggalan beberapa Candi Hindunya. Bisa dikatakan candi merupakan ikon pariwisata di Dieng sehingga kawasan wisata ini sering disebut-sebut sebagai tempat yang sakral. Jika kamu datang di tempat ini kamu bisa lihat cukup banyak Candi Hindu yang tersebar di sejumlah lokasi.  

Beberapa candi di dataran tinggi Dieng ini sebagian diambil dari nama tokoh Mahabarata seperti Candi Bima, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Srikandi dan tokoh-tokoh lain. Arsitektur candi disini mirip dengan Candi Hindu di India yang menonjolkan arca serta relief yang meghiasi candi. Jika kamu traveler yang menggandrungi keindahan alam, tempat wisata di Dieng Wonosobo diatas sepertinya cukup untuk memuaskan kamu menikmati indahnya Indonesia dari ketinggian. Jangan lupa siapkan kondisi fisik dan perbekalan yang cukup sebelum memulai petualangan. 

Reply

hit counter
Select Language