1 comments

Pantai Teluk Hijau Keindahan Tersembunyi Di Banyuwangi


https://www.agoda.com/partners/partnersearch.aspx?cid=1770328&pcs=1&hl=id&sort=priceLowToHigh&city=106065&checkin=2017-02-06&checkout=2017-02-07

Pantai Teluk Hijau adalah salah satu tempat wisata di Banyuwangi yang terkenal akan keindahannya. Semula, Teluk Hijau atau sering juga disebut dengan Green Bay ini kurang terkenal karena letaknya yang cukup tersembunyi. Selain itu juga dibutuhkan perjuangan ekstra berat untuk mencapainya. Akan tetapi semua perjuangan untuk mencapai Green Bay ini akan terbayar karena pesonanya yang luar biasa. Teluk ini memiliki pasir putih yang lembut dan air terjun setinggi 8 meter dengan pemandangan karang yang indah.

 

Pesona Pantai Teluk Hijau

 

Sesuai dengan namanya, Pantai Teluk Hijau berwarna hijau jika dilihat dari kejauhan. Hal ini sangat berbeda dengan kebanyakan teluk lainnya yang cenderung berwarna biru. Air teluk ini berwarna hijau karena di dasar perairan tersebut terdapat alga yang dapat memantulkan warna hijau ke permukaan. Teluk ini memiliki keindahan tersendiri bila dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya yang ada di Banyuwangi. Hamparan pasir putih nan bersih seakan-akan memanjakan mata siapa pun yang datang memandangnya.

Tempat wisata Green Bay ini memilliki lanskap yang mirip dengan Tanjung Layar Bayah di Banten. Beberapa spot yang ada di Pantai Teluk Hijau memiliki keindahannya masing-masing, salah satunya adalah adanya air terjun yang berada di tepi pantai yang dikelilingi batu karang nan cantik. Air terjun setinggi 8 meter tersebut kerap kali digunakan oleh pengunjung sebagai tempat bilas alami. Pantai ini relatif aman untuk berenang karena ombaknya tidak terlalu tinggi dan berbahaya, akan tetapi pengunjung harus tetap waspada ketika berenang.

Spot menarik lain di Pantai Teluk Hijau ini adalah adanya pantai batu. Dinamakan pantai batu karena seluruh pesisir pantainya ditutupi oleh bebatuan yang bersih. Susunan bebatuan ini seperti sudah disusun dengan rapi. Menurut warga setempat bebatuan tersebut hadir setelah pantai ini diterjang ombak besar sekitar tahun 1994. Awalnya pantai ini memiliki pasir putih yang lembut, namun setelah terjangan ombak hingga saat ini pantai tersebut tertutupi batu hingga akhirnya dinamakan Pantai Batu.

https://www.agoda.com/partners/partnersearch.aspx?cid=1770328&pcs=1&hl=id&sort=priceLowToHigh&city=106065&checkin=2017-02-06&checkout=2017-02-07

Bagi pengunjung yang senang dengan aktivitas berkemah, maka lokasi di Pantai Teluk Hijau ini cukup bagus untuk dijadikan tempat berkemah dan mendirikan tenda. Hanya saja jika ingin berkemah yang patut diperhatikan adalah kondisi pasang surut air laut karena jika kondisi pasang, maka ombak dapat menjamah seluruh permukaan pantai. Sebaiknya jika ingin mendirikan tenda pilihlah lokasi yang aman seperti di daerah semak atau perdu yang tidak terjangkau ombak. Selain itu juga pengunjung harus melapor terlebih dahulu kepada petugas karena pada dasarnya kawasan wisata ini adalah kawasan wisata terbatas. Satu hal lagi yang menambah keindahan dari tempat ini adalah adanya bunga Raflesia yang merupakan bunga langka.

 

Rute Menuju Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau ini berada sekitar 90 km ke arah selatan dari Kota Banyuwangi, tepatnya di Desa Sarongan. Sedangkan jika dari Jember berjarak sekitar 105 km. Untuk menuju pantai ini baik itu dari Banyuwangi maupun dari Jember hanya tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pantai Sukamade di Taman Nasional Meru Betiri. Jika akan berkunjung ke Pantai Teluk Hijau dengan menggunakan kendaraan umum, dari Kota Banyuwangi perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan bus kecil rute Banyuwangi-Pesanggaran yang terdapat di terminal Brawijaya. Dari terminal tersebut dapat langsung turun di Pesanggaran dan perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan desa menuju Sarongan. Ongkos dari Pesanggaran ke Sarongan tersebut sekitar 20 ribu rupiah per orang. Kemudian dari Sarongan, pengunjung harus meneruskan perjalana menuju Rajegwesi dengan menggunakan ojek seharga 15 ribu per orang. Rajegwesi ini merupakan pintu masuk Taman Nasional Meru Betiri sekaligus pos pemeriksaan dan pembayaran tiket.

Teluk Hijau

Dari Rajegwesi tersebut terdapat 2 jalur yang dapat ditempuh untuk sampai di Pantai Teluk Hijau. Jalur pertama adalah lewat darat. Dari Rajegwesi pengunjung dapat berjalan sejauh 2 km yang bisa ditempuh dengan 1 jam perjalanan. Jalur darat ini cukup menguras energi karena jalan setapak yang dilalui harus naik turun dan dibeberapa titik cukup curam. Selain itu juga kondisi jalan yang licin dan penuh lumpur mengharuskan pengunjung untuk ekstra hati-hati. Akan tetapi sulitnya jalan setapak yang harus dilewati akan terlewati dengan menyenangkan karena pemandangan indah sepanjang perjalanan.

Jalur ke dua adalah dengan melewati jalur laut dengan menaiki perahu selama 15 menit. Untuk melewati jalur laut ini, pengunjung harus menyewa perahu dari Pantai Rajegwesi dengan biaya sewa 25 ribu untuk sekali jalan dan 35 ribu untuk perjalanan pulang pergi. Biasanya pengunjung yang memilih jalur darat ketika berangkat akan memilih jalur laut ketika pulang karena kondisi fisik yang sudah drop.

 

Harga Tiket Masuk Pantai Teluk Hijau

Harga tiket masuk menuju Pantai Teluk Hijau ini menjadi satu kesatuan dengan tiket masuk ke Taman Nasional Meru Betiri. Untuk wisatawan domestik dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5000 dan untuk tiket berkemah sebesar Rp 2.500. Jadi total biaya tiket perorangan adalah Rp 7.500. Harga tersebut hanyalah untuk biaya masuk dan berkemah saja tidak termasuk untuk kegiatan lainnya seperti tarif dokumentasi atau video komersial, tarif video komersial dan penelitian, juga tarif aktifitas wisata pelajar/mahasiswa serta tarif masuk kendaraan darat dan laut.

Wisata Teluk Hijau

Fasilitas Sekitar Pantai Teluk Hijau

Karena keberadaan Pantai Teluk Hijau ini ada di kawasan taman nasional dan jauh dari pemukiman warga, maka jangan harap ada warung-warung pinggir pantai yang menjajakan menu makanan dan minunam seperti di pantai-pantai lain pada umumnya. Akan tetapi disekitar Desa Rajegwesi pengunjung akan dengan mudah mendapatkan beberapa warung yang menjual makanan. Di desa ini pula terdapat beberapa penginapan atau home stay yang dikelola oleh kelompok Masyarakat Ekowisata Rajegwesi.


No Responses

Reply

hit counter
Select Language