1 comments

Mengenang Detik-detik Tsunami 2004 di Museum Tsunami Aceh


Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh – Tepat di Kota Banda Aceh berdiri sebuah museum yang dirancang untuk mengenang peristiwa Tsunami di Aceh 2004 silam. Museum ini menggambarkan secara rinci detik-detik terjadinya gempa dahsyat disusul gelombang Tsunami yang merenggut tak kurang dari 125 ribu nyawa. Selain untuk mengenang tragedi memilukan tersebut, museum ini selain sebagai tempat tujuan wisata sekaligus berfungsi sebagai pusat pendidikan dan tanggap darurat untuk mengantisipasi bahaya Tsunami.

Museum Tsunami Aceh dibangun sebanyak 4 lantai di atas lahan 2.5 hektar. Bagian dinding didesain melengkung tertutup relief berbentuk geometris. Memasuki museum ini terlihat sebuah lorong gelap dan sempit diapit dinding air yang melambangkan gelombang pasang yang cukup tinggi. Lorong ini memang didesain sedemikian rupa untuk mengggambarkan suasana dan kepanikan akibat terjangan Tsunami 12 tahun lalu.

Konon museum yang dibangun oleh BRR NAD-NIAS ini memakan biaya lebih dari 140 milyar. Proyek besar tersebut ditangani oleh arstitek dari Indonesia, Ridwan Kamil yang kini menjabat sebagai Walikota Bandung. Waktu itu Ridwan Kamil masih tercatat sebagai dosen aktif di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menelusuri Lorong Gelap Tsunami

Begitu masuk museum pengunjung harus melewati lorong gelap dan sempit untuk bisa masuk lebih ke dalam lagi. Dinding yang mengapit lorong sempit ini setinggi 40 meter, dan untuk mempertegas gambaran seperti Tsunami sesungguhnya, dinding ini dilengkapi air yang jatuh ke bawah. Pengunjung harus berhati-hati karena bisa saja rambut dan baju akan basah jika tidak mengenakan penutup kepala. Bagi pengunjung yang takut gelap atau trauma terhadap badai Tsunami sebaiknya tidak masuk ke lorong ini.

Masuk lebih kedalam terlihat puluhan standing screen yang memperlihatkan foto-foto pasca Tsunami 2004. Nampak foto-foto bangunan yang hancur dan rusak termasuk mayat-mayat korban keganasan badai Tsunami. Ada juga foto-foto para relawan yang memberi bantuan dan pertolongan Foto-foto ini sejenak akan membawa pengunjung seperti merasakan suasana Tsunami pada waktu itu.

Ruang Penentuan Nasib (Fighting Room)

Ruang Penentuan Nasib (Fighting Room) atau disebut juga The Light of God merupakan bagian lain dari Musem Tsunami Aceh yang bisa dimasuki setelah melewati loron gelap dan area Standing Screen. Ruangan ini nampak artistik lebih mirip cerobong semi-gelap dan dibagian puncaknya terdapat lafaz Allah. Ruangan ini merefleksikan korban yang berjuang di tengah bencana Tsunami sebelum akhirnya memasrahkan diri pada Allah SWT.

Di Fighting Room ada banyak nama korban gelombang Tsunami dan gambaran jelas bagaimana korban terus berjuang untuk terus hidup sekaligus mengharap ada keajaiban dari Sang Maha Kuasa. Cerobong The Light of God seperti mewakili kondisi korban Tsunami yang berada diantara hidup dan mati kala itu. Digambarkan juga bagaimana korban keluar dari tekanan gelombang, ini direfleksikan dengan desain cerobong yang memutar ke Jembatan Harapan (Hope Bridge).

Jembatan Harapan

Begitu pengunjung tiba di Jembatan Harapan terlihat ada 52 bendera berbagai negara. Keberadaan bendera ini mewakili negara-negara yang memberikan bantuan pada korban Tsunami Aceh. Melewati Hope Bridge ke bagian yang lebih tinggi pengunjung disuguhkan pemutaran film Tsunami mulai dari gempa, datangnya gelombang Tsunami hingga pertolongan pasca Tsunami. Film yang diputar berdurasi 15 menit.

Jam Mati dan Miniatur Tsunami

Keberadaan Jam Mati di Museum Tsunami aceh ini menggambarkan detik-detik saat terjadi Tsunami. Kondisi ini direfleksikan dari sebuah jam berukuran besar yang mati ketika menunjukan jam 08.17, juga foto jam di Masjid Baiturrahman yang juga mati di jam, menit, dan detik yang sama.

Di tempat yang sama terdapat sejumlah artefak berupa miniatur-miniatur mengenai Tsunami. Yang terlihat jelas adalah miniatur beberapa nelayan yang sedang melaut berhamburan menyelamatkan diri begitu gelombang tinggi menerjang mereka. Miniatur yang lain memperlihatkan gedung-gedung tinggi dan rumah-rumah yang luluh lantak akibat dahsyatnya gempa hingga kemudian tersapu air bah Tsunami.

Di Museum Tsunami tepatnya di Lantai 3 terdapat bermacam-macam peralatan juga informasi berbasis IPTEK yang berkaitan dengan gempa dan Tsunami. Salah satunya menjelaskan tentang Tsunami yang berpotensi terjadi di beberapa titik di bumi. Disini pengunjung juga bisa menyaksikan simulasi empat dimensi (4D) tentang peristiwa gempa dan Tsunami. Di tempat yang sama juga terdapat desain dan rancangan tata ruang untuk bangunan di wilayah-wilayah yang berpotensi gempa dan Tsunami.

Jam Mati dan Miniatur Tsunami

Cinderamata dan Oleh-oleh Khas Aceh

Napak tilas di Museum Tsunami Aceh bukan berarti harus terus-terusan bersedih mengenang tragedi Tsunami. Sebelum berangkat pulang pengunjung bisa terlebih dulu membeli oleh-oleh maupun cinderamata khas Aceh seperti kue Ceupet Kuet. Kue Keukarah atau kue Gula U Tarek. Cinderamata maupun kue kering khas Aceh ini bisa didapatkan di Ruang Souvenir, masih di area kompleks museum.

Adapun cinderamata yang bisa dibeli disini diantaranya kaos dengan tema Aceh. Ada juga kerajinan asli Aceh seperti Rencong, Bros Rencong atau Bros Pinto Aceh. Ada tempat khusus yang biasanya digunakan untk berfoto bersama keluarga atau berfoto selfie yaitu di geladak museum.  Tempat ini juga sering digunakan untuk photo session atau photo pre-wed bagi pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan.

Bagi umat Muslim berjalan-jalan di kawasan museum tentunya tidak melupakan sholat. Di area bagian bawah sebelah Timur museum ada café yang dilengkapi tempat untuk sholat. Jadi pengunjung bisa bersantap sekaligus melaksanakan sholat di café ini. Di area museum juga sudah tersedia toilet umum yang terletak di di bawah geladak, beberapa meter setelah pintu masuk.

Hingga saat ini tragedi Tsunami Aceh masih membekas dan menyisakan duka khususnya bagi rakyat Aceh yang kehilangan tempat tinggal, harta, dan keluarganya. Dengan dibangunnya Museum Tsunami Aceh diharapkan bagi siapapun agar tetap waspada sekaligus bisa belajar bagaimana langkah-langkah yang harus diambil bila terjadi gempa yang disertai Tsunami.

 

2 Comments

    • admin

Reply

hit counter
Select Language